Om Awighnam
Astu Namo Siddham
Namo Siddham,
Om Swastiastu
Dalam rangka menjaga kesucian tugas dan brata
kepemangkuan, serta memberikan pedoman yang jelas dalam menghadapi
peristiwa kematian di lingkungan masyarakat, maka dengan ini disampaikan
aturan dan tata etika kehadiran Pemangku di rumah duka, sebagai berikut:
1. Kehadiran
Pemangku Diperbolehkan
Pemangku diperbolehkan hadir ke rumah duka
atas dasar dharma, terutama untuk:
- Memberikan dukungan spiritual kepada
keluarga yang ditinggal,
- Melakukan pamuji/doa
ringan untuk mendoakan roh (atma) almarhum,
- Memberikan kekuatan
batin secara niskala.
2. Batasan dan Tatacara Kehadiran
Untuk
menjaga kesucian, pemangku diharapkan memperhatikan hal-hal berikut:
- Menghindari larut
dalam suasana emosional, tetap menjaga kesucian pikiran dan ucapan.
- Tidak menyentuh
langsung jenazah atau peralatan upacara pengabenan.
- Tidak duduk dibangunan
tempat mayat atau ikut terlibat dalam kegiatan keduniawian (seperti
diskusi sosial, makan bersama, dll).
- Setelah pulang, melakukan
penyucian diri (melukat) atau ngaturang canang ajengan di
sanggah/merajan masing-masing.
3. Kehadiran
Bersifat Sukarela dan Berdasarkan Brata
- Kehadiran pemangku bukan kewajiban sosial,
tetapi tugas dharma baik diminta/tidak dan atau dipandang perlu.
- Jika pemangku merasa secara batin belum
siap atau masih dalam masa brata, maka tidak wajib hadir, dan
bisa mengirimkan doa dari sanggah atau pura.
1.
Tidak Mengubah Status Kesucian
- Kehadiran di rumah duka tidak menyebabkan
cuntaka atau sebulan, sepanjang:
- Tidak menyentuh jenazah,
- Tidak melanggar brata
kepemangkuan,
- Menjaga sikap satvika (suci,
tenang, netral).
5. Penegasan
Ketentuan ini menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku,
sekaa pemangku, dan krama pura, agar tidak terjadi salah paham, keraguan,
atau konflik adat dalam pelaksanaan dharma kepemangkuan.
Berikut ini adalah contoh teks pamuji ringan
yang bisa diucapkan oleh seorang pemangku saat hadir di rumah duka,
baik saat melayat, atau saat memberikan doa secara pribadi kepada atma (roh)
orang yang meninggal:
TEKS PAMUJI RINGAN DI RUMAH DUKA.
Om Awighnam astu namo siddham
Om atma tattwam suddha ya namah
Sembahing hulun ring sira sanghyang atma,mapan sampun wus ta
ngumbaraning jagat sekala ,mogi sangkaning nugrahan Sanghyang Paratma,
sehananing lampahnia paripurna kepangguh. Yan hana dosa polahingulun sanak
kadang kalinganta,mogi tan ngawetuang kapiambengin sanghyang atma nyujur sunya
loka.
Om moksantu,murcantu,swargantu,sunyantu,ksama sampurna
Om Sad Param Cailo Namah
Om Santih, Santih, Santih Om
TERJEMAHAN MAKNA (Singkat):
"Semoga tiada rintangan.
Om, Sang Atma yang suci, kami bersujud.
Kami memuja roh suci yang
telah menyelesaikan perjalanan sekala-nya.
Semoga, dengan anugerah Tuhan, segala proses ini
berjalan dengan baik.
Jika pernah ada salah atau dosa dari kami sebagai keluarga dan kerabat, semoga
jangan menjadi beban bagi atma menuju alam sunya.
Semoga Sang Atma mencapai moksa,sorga alam suci yang sempurna.
Terimalah sembah bakti kami.
Om, semoga damai, damai, damai."
KAPAN & DI MANA DIGUNAKAN:
- Saat pemangku
melayat ke rumah duka dan ingin memohonkan doa singkat
- Bisa dibaca saat memimpin doa saat penanjen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar