Minggu, 26 Oktober 2025

Upacara Numpek Uduh di Pura Suci Manik Gni Berlangsung Khidmat

Tegenan, 25 Oktober 2025 — Upacara Tumpek Uduh di Pura Suci Manik Gni, Desa Adat Tegenan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, berlangsung dengan khidmat pada Sabtu, Kliwon Wariga, 25 Oktober 2025. Upacara ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur masyarakat pengempon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah kesuburan dan hasil bumi yang melimpah,ujar ketua KWT Mekar Wangi Ni Kadek Darmiani disela sela upacara berlangsung.

Pelaksanaan upakara/banten dalam upacara ini dipersembahkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wangi,karyawan-karyawati,pengurus dan pengawas KSP.Mekar Sari, sedangkan babi guling sebagai bagian dari sarana yadnya merupakan donasi dari pura. Upacara dipimpin oleh Pemangku Jan Bangul Pura Suci Manik Gni, Mk. Manik Puspa Yoga.

Rangkaian acara yang semula direncanakan dimulai pukul 07.30 WITA mengalami sedikit penyesuaian waktu dan baru dimulai sekitar pukul 09.00 WITA, karena menunggu kehadiran pihak Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang akan menyerahkan Tanda Daftar Pura (TDP) kepada pengempon  Pura Suci Manik Gni.

Upacara berlangsung lancar dan penuh makna, dihadiri oleh pengempon pura, anggota KWT Mekar Wangi dan kru KSP.Mekar Sari, serta masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan diakhiri sekitar pukul 11.00 WITA dengan nunas tirta yang dibawa pulang oleh warga untuk ngatag di rumah masing-masing. Peserta upacara juga menerima bagian babi guling sebagai simbol berbagi berkah dan rasa syukur, yang seluruhnya bersumber dari donasi pura,ujar I Ketut Wana Yasa,klian pura yang juga manajer KSP.Mekar Sari.

Dengan terselenggaranya upacara ini, krama penyungsung berharap agar anugerah kesuburan, keharmonisan, dan kesejahteraan senantiasa menyertai seluruh warga penyungsung Pura Suci Manik Gni.(manixs).

BERIKUT DOKUMEN UPACARA NGATAG DI PURA SUCI MANIK GNI :









Upacara penyineban

 
Proses pelaksanaan Ngatag di Pura Suci Manik Gni






Penyerahan Tanda Daftar Pura (TDP) Pura Suci Manik Gni oleh Kementerian Agama Kabupaten Karangasem

Tegenan, 25 Oktober 2025 — Kementerian Agama Kabupaten Karangasem secara resmi menyerahkan Tanda Daftar Pura (TDP) kepada pengempon Pura Suci Manik Gni yang berlokasi di Desa Adat Tegenan, Kecamatan Rendang. Penyerahan dilakukan oleh Koordinator Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Rendang, Dr. I Gusti Ngurah Ananjaya, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Karangasem.

Acara penyerahan TDP ini dihadiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wangi, pengurus, pengawas, dan karyawan Koperasi Mekar Sari, Bendesa Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa yang didampingi Klian Banjar Adat Tegenan Kelod I Wayan Suiji, serta Ketua Pakis Ni Kadek Ririn Susanti,S.Pd. dan Ketua Serati Desa Adat Tenganan Ni MAde Karmiasih.

Dalam laporannya, Pemangku Pura Suci Manik Gni, Mk. Manik Puspa Yoga, menjelaskan sejarah dan fungsi Pura Manik Gni, sebagai pura swagina yang diempon oleh Kelompok Tani Ternak Tunas Mekar dan KWT Mekar Wangi, termasuk KSP. Mekar Sari sebagai penyungsung utama. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Koordinator Penyuluh Agama Kecamatan Rendang serta Kementerian Agama atas bantuan dan pendampingan dalam proses penerbitan TDP hingga akhirnya disahkan oleh Kementerian Agama Pusat.

Sementara itu, Bendesa Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pihak Kementerian Agama atas terbitnya TDP Pura Suci Manik Gni. Ia berharap agar semua pura yang ada di wilayah Desa Adat Tegenan nantinya juga dapat memperoleh bantuan serupa dalam proses pengurusan legalitas melalui TDP.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. I Gusti Ngurah Ananjaya menyampaikan rasa syukur atas terbitnya TDP Pura Suci Manik Gni yang sekaligus menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya satu pura menerima dua sertifikat TDP yang sama, mungkin mengingat pura ini diempon oleh dua organisasi berbeda,ucapnya sambil berseloroh.

“Mulai saat terbitnya TDP ini, secara nasional legalitas keberadaan Pura Suci Manik Gni telah diakui oleh negara. Semoga ke depan, pengelolaan pura ini dapat berjalan lebih baik karena sudah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah,” ujar Dr. Ananjaya.

Ia juga berpesan agar sertifikat TDP ini digunakan secara bijak dan tidak menimbulkan konflik internal antarwarga atau pengempon pura.

Sebagai penutup, pada hari Sabtu, Kliwon Wariga, 25 Oktober 2025, atas nama Kementerian Agama Republik Indonesia, Koordinator Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Rendang secara resmi menyerahkan Tanda Daftar Pura (TDP) Pura Suci Manik Gni, disertai doa dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (manixs)

KWT.Mekar Wangi saat mengikuti acara penyerahan TDP.Pr.Suci Manik Gni.

Mk.Manik selaku pendiri dan pengempon saat memberikan laporan.

Sambutan dari kementerian agama

Peserta dari KWT

Penyerahan simbolis TDP kepada Bendesa

Penyerahan TDP kepada pengempon pura.

Acara sambutan kementerian agama






Jumat, 24 Oktober 2025

Ngentegang Otonan Ritual Pulihkan Peringatan Hari Kelahiran

Tegenan, 23 Oktober 2025 — Pada hari Sukra Wage Wariga, keluarga besar Ni Wayan Suarti (65) melaksanakan upacara ngentegang otonan, sebuah rangkaian yadnya penting dalam tradisi umat Hindu Bali sebagai bentuk penyucian diri dan ungkapan syukur atas anugerah kehidupan.

Sehari sebelumnya, telah dilakukan mepuning di Pura Kawitan, memohon restu kepada Ibu Kawitan Betara Guru Lingsir, Betara Guru Bajang, serta di Kahyangan Tiga Desa setempat. Mepuning tersebut merupakan bentuk laporan niskala bahwa akan dilangsungkan upacara ngentegang otonan, mengingat hari kelahiran Ni Wayan Suarti selama ini terlupakan dan beliau belum pernah melaksanakan otonan sebelumnya.

Peristiwa ini berawal sekitar lima bulan lalu ketika Ni Wayan Suarti mengalami musibah — tangan kirinya melepuh tersiram air panas secara tidak sengaja. Setelah dimintakan petunjuk kepada seorang tetua spiritual atau orang pintar, diketahui bahwa yang bersangkutan ternyata belum pernah melaksanakan upacara otonan sejak lahir. Dari sanalah keluarga bersepakat untuk melaksanakan upacara ngentegang otonan sebagai wujud penyucian dan permohonan keselamatan.

Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Gara dari Desa Lesung. Dalam keterangannya, beliau menjelaskan bahwa upacara ini merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pengempu Urip, yaitu Sang Catur Sanak, yang telah menjaga manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hayat.

Rangkaian upacara dimulai dengan caru pamlepeh menggunakan ayam buik, lengkap dengan banten dan sayut. Setelah itu, di merajan dilaksanakan persembahan banten sayut tujuh, guling bawi, serta sesapuh abrumbunan yang dilengkapi dengan sayut atma teka, pepek bayu pageh tuuh, langgeng amukti sai, dan berbagai perlengkapan suci lainnya.

Usai persembahyangan bersama, upacara dilanjutkan dengan natab otonan di tempat tidur, ditujukan kepada Sanghyang Guru Reka atau Sanghyang Guru Paturon, sebagai simbol penyucian diri dan peneguhan kembali kekuatan hidup (urip).

Pelaksanaan upacara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, dihadiri serta didukung oleh seluruh keluarga besar, termasuk anak-anak dan menantu Ni Wayan Suarti. Harapannya, melalui upacara ngentegang otonan ini, beliau senantiasa diberkahi kesehatan, keselamatan, dan ketenteraman lahir batin(manixs)









Sabtu, 18 Oktober 2025

UPAKARA SANGGAH MEDAGING NYAWAN/KELA MANUT LONTAR CUNTAKA & KEDURMANGALAN

 1. Sanggah medaging utawi kegenahin Nyawan/Kela mecihna becik kerauhan Laba/amerta, nanging            patut keupacarain yening nenten keupapira ngewetuang Boros-Koos ring paumahan punika.

2. Patut Keupacarain antuk : Daging mentah,Ketipat Sari,Canang Tubungan,,Gula Nyuh,                                Nyanyah Gringsing,Taluh Siapo, Sesantun 1,sesari 1.600. 

3. Katur ring SANG BHUTA MINGMANG