Kamis, 06 Agustus 2026

Arisan Berbasis Tradisi Resmi Bergulir, Ita: Kepercayaan adalah Modal Utama Menuju Kesejahteraan

Gatra manixgni, Kamis (6/8/2026) – Semangat gotong royong dan nilai-nilai tradisi menjadi fondasi lahirnya sebuah komunitas arisan yang diprakarsai Luh Ade Sintia Paramita atau yang akrab disapa Ita. Pada Kamis (6/8), komunitas tersebut menggelar pungutan iuran perdana yang diikuti 36 anggota dengan nominal Rp500.000 per orang, yang disetorkan  tanggal 6 setiap bulannya.

Ita, mantan kru kapal pesiar yang kini aktif membangun komunitas di tengah masyarakat, mengatakan bahwa arisan yang dikelolanya tidak hanya bertujuan menghimpun dana, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kejujuran, dan kesejahteraan bersama.

Menurutnya, komunitas ini berdiri di atas tiga pilar utama, yakni Tradisi, Kepercayaan, dan Kesejahteraan.

"Tradisi adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga melalui semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Komunitas ini kami bangun untuk saling mendukung pelaksanaan adat, kegiatan keagamaan, serta kebutuhan sosial masyarakat," ujar Ita di sela-sela kegiatan pemungutan iuran.

Ia menambahkan bahwa seluruh aktivitas komunitas juga berlandaskan nilai niskala, yakni keyakinan bahwa setiap pengelola maupun anggota harus menjaga kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.

"Niskala bagi saya berarti saya sebagai cukong dan seluruh anggota harus sama-sama jujur, adil, dan bertanggung jawab. Kepercayaan adalah modal utama. Jangan sampai ada tindakan yang merusak kepercayaan, karena dari situlah kebersamaan bisa tumbuh," tegasnya.

Dengan kepercayaan sebagai fondasi, Ita optimistis seluruh anggota dapat bergotong royong membangun kesejahteraan bersama. Dana arisan yang diterima anggota diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan keluarga maupun kegiatan adat, sementara sistem penawaran juga memberikan nilai tambah bagi anggota lainnya. Sebagai pengelola, Ita mengaku memperoleh rezeki dari hasil jerih payahnya melayani dan mengumpulkan iuran anggota setiap bulan dengan imbalan 1% dari anggota yang memenanghkan tawaran.

Komunitas arisan ini terdiri atas 36 anggota sehingga satu putaran diperkirakan berlangsung selama tiga tahun. Meski demikian, Ita mengungkapkan telah menerima sejumlah masukan agar masa putaran dapat dipercepat.

"Ada usulan dari beberapa anggota agar nanti arisan dilakukan dua kali dalam sebulan sehingga putarannya lebih singkat. Untuk sementara kita jalankan dulu sesuai kesepakatan awal. Kalau nanti semua anggota sepakat, tentu mekanismenya bisa disesuaikan," katanya.

Pelaksanaan pungutan perdana berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Optimisme para anggota terlihat dari antusiasme mengikuti kegiatan yang diharapkan mampu menjadi wadah saling membantu sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Usai memberikan keterangan kepada awak media, Ita meninggalkan Kantor Gatra Manixgni dengan senyum ceria, sembari berharap komunitas arisan yang dirintisnya dapat terus berkembang dan menjadi contoh pengelolaan arisan yang mengedepankan integritas, kebersamaan, serta kesejahteraan bersama.(Jie I Shu)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar